Oleh Arumi Ekowati
Lola
adalah peri muda yang tinggal di Kampung Peri. Ia peri yang malas dan selalu
ingin cepat-cepat mendapat hasil tanpa kerja keras. Benda yang paling diidamkan
Lola adalah tongkat ajaib seperti milik peri Lili.
“
Pasti asyik, jika aku punya tongkat ajaib!Nilaiku di sekolah bisa bagus tanpa
perlu belajar. Kamarku juga bisa bersih tanpa perlu menyapu”pikir Lola.
Lola
tidak tahu kalau tongkat ajaib peri Lili bukan untuk bersenang-senang. Tongkat
itu berguna untuk menolong peri-peri yang kesusahan. Pemegang tongkat itu punya
tanggung jawab besar. Hanya peri terbaik, pandai, jujur, dan bijaksana yang
berhak menerima tongkat ajaib itu. Tongkat ajaib itu adalah hadiah dari Ratu
Peri.
Lola
ingin sekali meminjam tongkat ajaib Peri Lili itu. Ya, harus diam-diam. Jika ia
minta ijin, Peri Lili pasti tidak akan memberikannya . Sayangnya, Peri Lili
tidak pernah meninggalkan tongkat itu. Selalu dibawanya kemanapun ia pergi.
Lola mencari akal untuk mendapatkan tongkat itu.
Setiap pulang sekolah peri, Lola
selalu mampir ke pondok Peri Lili. Ia mengintip ke dalam pondok, berharap peri
Lili meninggalkan tongkatnya. Selama ini, tongkat ajaib itu tak pernah
tertinggal. Akan tetapi, hari itu berbeda . Ketika Lola mengintip lewat
jendela, ia melihat tongkat itu tergeletak di meja rias peri Lili! Lola sangat
girang.
Setelah yakin tak ada yang melihatnya,
Lola menyelinap masuk ke pondok itu. Pintu di perkampungan peri memang tidak
pernah di kunci. Di kampung itu, tidak ada peri yang berani mencuri barang
milik peri lain. Lola dalah peri pertama yang berani mengambil benda penting
milik peri lain!
“ Aku Cuma mau pinjam tongkat ini sebentar,”bisik
lola membela diri.Setelah mendapat tongkat ajaib itu, Lola buru-buru keluar
dari pondok. Ia menyembunyikan tongkat ajaib itu di balik balik bajunya. Namun,
betapa terkejutnya ia berpapasan dengan peri
Lili. “Lola, sedang apa kamu di sini?”
“Aku …..eh… aku hanya lewat,” ujar
Lola gugup. “Hm, kamu baru pulang sekolah,ya? Lekaslah pulang.Ayah dan ibumu
pasti sudah menunggu di rumah,” kata peri Lili lembut.
Namun saat itu juga Lola menyadari
sesuatu. Tadi, peri Lili memegang sebuah tongkat. Lola buru-buru melihat ke
balik jaketnya.Tongkat ajaib itu masih ada di jaketnya.
“Loh, tongkat siapa yang tadi di bawa
peri Lili?”gumam Lola heran. Setelah berpikir, ia berkesimpulan sendiri. “Oh,
peri Lili pasti punya dua tongkat ajaib!Ini pasti kembaran tongkat ajaib . Oh,
aku sudah tak sabar ingin menguji keajaibannya!” pekik Lola dalam hati.
Setiba di rumah, Lola langsung masuk ke
kamarnya. Ia mencoba menyihir kamarnya agar menjadi bersih
“Abrakadrabra!” ucap Lola.
Tak terjadi apa pun. Kamarnya tetap
saja berantakan.
“Hokus pokus!” ucap Lola lagi.
“Buku-buku! Aku mau kalian kembali ke rak buku!” perintah
Lola sambil mengayunkan tongkat ajaibnya itu kea rah buku-bukunya.
Buku-buku itu bergerak. Lola tersenyum
senang. Tetapi, aneh! Buku-buku itu tidak bergerak ke arah rak buku. Malah
melayang ke arah Lola.
BUKK!
Buku-buku itu menimpa kepala
Lola.”Aduh!” jerit Lola kesakitan.Lola kembali menyulap kearah mainannya.”Mainan,
ayo, masuk ke keranjang mainan!” perintahnya.
PLOKK! BUKK! PLAK! Mainan itu melayang
kearah Lola. “ Aduuuh! Tongkat payah!” teriak Lola kesal.” Sekarang, ayo, buat
perutku kenyang tanpa harus makan!”
“Aduh! Aduh! Ayah! Ibu! Tolong!”
teriak Lola. Ia merasa sakit di perut. Mendengar teriakan Lola, Ibu segera
masuk ke kamar Lola. Ibu lalu meminta Ayah memanggilkan Peri Lili untuk
menyembuhkan Lola.
Tak lama
kemudian, Peri Lili datang. Ia menyembuhkan sakit perut Lola dengan tongkat
ajaibnya.” Maafkan aku, Peri Lili,” kata Lola takut-takut, setelah perutnya
sembuh. “ Lo, kenapa? Memangnya Lola salah apa?” Tanya Peri Lili lembut.
Lola tertunduk
malu. Ia akhirnya menceritakan kenakalannya mencuri tongkat wasiat Peri Lili.
Mendengar cerita itu, Peri Lili tersenyum. “ Tongkat wasiatku ini berguna untuk
menyembuhkan. Tapi tongkat yang kamu ambil itu mempunyai kegunaan yang berbeda.
Tongkat itu berguna untuk melawan kejahatan,” Peri Lili menjelaskan.
Lola
mengangguk mengerti. Pantas tongkat
kembaran itu membuatnya sakit. “Kalau
kau pintar dan rajin, ratu Peri pasti akan memberikan tongkat seperti ini
untukmu!” Hibur Peri Lili.” Aku yakin, kau bisa berubah menjadi Peri yang
rajin, Lola, “ kata peri Lili lagi. Lola tersenyum senang.
Pada akhirnya,
Lola pun menjadi pintar dan rajin, Ia diberi ratu peri sebuah tongkat ajaib
sama seperti Peri Lili.
jangan lupa sumber, follow dan comment yee
Tidak ada komentar:
Posting Komentar