Rabu, 02 Oktober 2013

Tongkat peri lili

 Tongkat Peri Lili
Oleh Arumi Ekowati

        Lola adalah peri muda yang tinggal di Kampung Peri. Ia peri yang malas dan selalu ingin cepat-cepat mendapat hasil tanpa kerja keras. Benda yang paling diidamkan Lola adalah tongkat ajaib seperti milik peri Lili.
          “ Pasti asyik, jika aku punya tongkat ajaib!Nilaiku di sekolah bisa bagus tanpa perlu belajar. Kamarku juga bisa bersih tanpa perlu menyapu”pikir Lola.
          Lola tidak tahu kalau tongkat ajaib peri Lili bukan untuk bersenang-senang. Tongkat itu berguna untuk menolong peri-peri yang kesusahan. Pemegang tongkat itu punya tanggung jawab besar. Hanya peri terbaik, pandai, jujur, dan bijaksana yang berhak menerima tongkat ajaib itu. Tongkat ajaib itu adalah hadiah dari Ratu Peri.
          Lola ingin sekali meminjam tongkat ajaib Peri Lili itu. Ya, harus diam-diam. Jika ia minta ijin, Peri Lili pasti tidak akan memberikannya . Sayangnya, Peri Lili tidak pernah meninggalkan tongkat itu. Selalu dibawanya kemanapun ia pergi. Lola mencari akal untuk mendapatkan tongkat itu.
          Setiap pulang sekolah peri, Lola selalu mampir ke pondok Peri Lili. Ia mengintip ke dalam pondok, berharap peri Lili meninggalkan tongkatnya. Selama ini, tongkat ajaib itu tak pernah tertinggal. Akan tetapi, hari itu berbeda . Ketika Lola mengintip lewat jendela, ia melihat tongkat itu tergeletak di meja rias peri Lili! Lola sangat girang.
          Setelah yakin tak ada yang melihatnya, Lola menyelinap masuk ke pondok itu. Pintu di perkampungan peri memang tidak pernah di kunci. Di kampung itu, tidak ada peri yang berani mencuri barang milik peri lain. Lola dalah peri pertama yang berani mengambil benda penting milik peri lain!
          “ Aku Cuma mau pinjam tongkat ini sebentar,”bisik lola membela diri.Setelah mendapat tongkat ajaib itu, Lola buru-buru keluar dari pondok. Ia menyembunyikan tongkat ajaib itu di balik balik bajunya. Namun, betapa terkejutnya ia berpapasan dengan peri  Lili. “Lola, sedang apa kamu di sini?”
          “Aku …..eh… aku hanya lewat,” ujar Lola gugup. “Hm, kamu baru pulang sekolah,ya? Lekaslah pulang.Ayah dan ibumu pasti sudah menunggu di rumah,” kata peri Lili lembut.
          Namun saat itu juga Lola menyadari sesuatu. Tadi, peri Lili memegang sebuah tongkat. Lola buru-buru melihat ke balik jaketnya.Tongkat ajaib itu masih ada di jaketnya.
          “Loh, tongkat siapa yang tadi di bawa peri Lili?”gumam Lola heran. Setelah berpikir, ia berkesimpulan sendiri. “Oh, peri Lili pasti punya dua tongkat ajaib!Ini pasti kembaran tongkat ajaib . Oh, aku sudah tak sabar ingin menguji keajaibannya!” pekik Lola dalam hati.
          Setiba di rumah, Lola langsung masuk ke kamarnya. Ia mencoba menyihir kamarnya agar menjadi bersih
          “Abrakadrabra!” ucap Lola.
          Tak terjadi apa pun. Kamarnya tetap saja berantakan.
          “Hokus pokus!” ucap Lola lagi.
                    “Buku-buku!  Aku mau kalian kembali ke rak buku!” perintah Lola sambil mengayunkan tongkat ajaibnya itu kea rah buku-bukunya.
          Buku-buku itu bergerak. Lola tersenyum senang. Tetapi, aneh! Buku-buku itu tidak bergerak ke arah rak buku. Malah melayang ke arah Lola.
          BUKK!
          Buku-buku itu menimpa kepala Lola.”Aduh!” jerit Lola kesakitan.Lola kembali menyulap kearah mainannya.”Mainan, ayo, masuk ke keranjang mainan!” perintahnya.
          PLOKK! BUKK! PLAK! Mainan itu melayang kearah Lola. “ Aduuuh! Tongkat payah!” teriak Lola kesal.” Sekarang, ayo, buat perutku kenyang tanpa harus makan!”
          “Aduh! Aduh! Ayah! Ibu! Tolong!” teriak Lola. Ia merasa sakit di perut. Mendengar teriakan Lola, Ibu segera masuk ke kamar Lola. Ibu lalu meminta Ayah memanggilkan Peri Lili untuk menyembuhkan Lola.
          Tak lama kemudian, Peri Lili datang. Ia menyembuhkan sakit perut Lola dengan tongkat ajaibnya.” Maafkan aku, Peri Lili,” kata Lola takut-takut, setelah perutnya sembuh. “ Lo, kenapa? Memangnya Lola salah apa?” Tanya Peri Lili lembut.
          Lola tertunduk malu. Ia akhirnya menceritakan kenakalannya mencuri tongkat wasiat Peri Lili. Mendengar cerita itu, Peri Lili tersenyum. “ Tongkat wasiatku ini berguna untuk menyembuhkan. Tapi tongkat yang kamu ambil itu mempunyai kegunaan yang berbeda. Tongkat itu berguna untuk melawan kejahatan,” Peri Lili menjelaskan.
          Lola mengangguk  mengerti. Pantas tongkat kembaran itu membuatnya sakit.   “Kalau kau pintar dan rajin, ratu Peri pasti akan memberikan tongkat seperti ini untukmu!” Hibur Peri Lili.” Aku yakin, kau bisa berubah menjadi Peri yang rajin, Lola, “ kata peri Lili lagi. Lola tersenyum senang.
          Pada akhirnya, Lola pun menjadi pintar dan rajin, Ia diberi ratu peri sebuah tongkat ajaib sama seperti Peri Lili.



jangan lupa sumber, follow dan comment yee

Tidak ada komentar:

Posting Komentar