KURCACI PIPI
Pipi adalah anak kurcaci bertubuh tinggi.badannya
tinggi sekali.banyak teman-teman kurcaci yang mengejek dirinya tak pantas
menjadi kurcaci.
“Kau tidak bisa
bermain petak umpet bersama kami,karena badanmu sanggat tinggi,”kata bibebo.
“Pipi seperti
jerapah!”ejek salah satu kurcaci.
“Kau adalah kurcaci
teraneh di dunia kurcaci.kurcaci pada umumnya bertubuh pendek,berkaki
pendek,juga bertangan pendek.
“Tak ada kurcaci
yang bertubuh tinggi sepertimu,Pipi,”ujar cinori.
“Tak ada pula
seorang kurcaci berkaki panjang sepertimu,”ejek Pipot.
Pipi sangat
sedih.dia memang berbeda dengan teman-teman kurcacinya.tak ada yang mau bermain
denganya.semua rakyat di Negeri kurcaci selalu mengolok-oloknya.Pipi sedih
karena kurcaci lainya menjuluki dirinya jerapah atau sebatang galah.
Karena selalu
diejek,Pipi selalu menyendiri.Ia sering duduk di tepi sungai besar sambil
mengeluhkan keadaan tubuhnya yang sangat tinggi.
“Ayolah kaki
panjang,bisakah kau menjadi pendek?”keluh Pipi sambil memperhatikan bayangan
badanya di sungai.
“Aku tak suka
tubuhku!Aku adalah kurcaci!Tak ada kurcaci yang bertubuh tinggi!”teriak Pipi
jengkel sambil melemparkan batu ke dalam sungai.Cipratan air mengenai
wajahnya.Pipi menagis.
Musim kemarau
tiba.Negeri kurcaci mengalami kekeringan.semua mata air menjadi surut.pohon cherry dan pohon blueberry meranggas.
Persediaan makanan di Negeri kurcaci
menipis.Para kurcaci mulai kelaparan dan kehausan.Mereka selau berharap pohon cherry dan pohon blueberry segera
berbuah.Anehnya,hanya ada satu pohon yang berbuah.
Buah di pohon itu
berwarna kuning keemasan,bentuknya bulat seperti jeruk.Pohon itu terletak di
dekat istana raja.Raja kurcaci memerintahkan semua rakyatnya untuk memetik buah
dipohon ajaib itu.Tetapi,tak ada satupun yang berhasil mengambil buah tersebut.
Pohon ajaib itu
sangat tinggi.batangnya sangat besar.buahnya hanya tumbuh di dahan-dahan yang
paling tinggi.Para kurcaci tak bisa memetiknya,walaupun mereka sudah memakai
tangga.
“Pohon itu sanagt
tinggi sekali!”keluh pak Doti,kurcaci penjual roti di Negeri kurcaci.
“Aku tak sanggup
mengambilnya keluh Bibebo.
“Kalau seperti
ini,kita akan kelaparan.Tak ada lagi buah yang bisa kita makan,”Keluh Timoti
pada raja Kurcaci.
“Tak adakah orang
yang bisa memetik buah ajaib itu?”Tanya raja kurcaci.
Semua rakyat kurcaci
terdiam .Mereka berpikir,siapakah yang bisa mengambil buah ajaib tersebut.
Tiba-tiba,Cinori
berteriak.”Aha!”aku tahu!Dia pasti bisa mengambilnya!”
Tak berapa lam
kemudian,Pipi datang dengan wajah bingung.seluruh temanya dan juga rakyat
kurcaci yang selalu mengejeknya,memandanginya penuh harap.
“Kami butuh
bantuanmu,Pipi!” mohon Raja kurcaci.Dia pun segera mendekati pohon ajaib yang
berbuah lebat.
“Kres!”
“Kres!”
Dengan mudah,tangan
Pipi menggapai buah ajaib tersebut.Badanya yang tinggi memudahkan dirinya
mengambil buah-buah tersebut.Puluhan keranjang telah penuh terisi buah pohon
ajaib.Para kurcaci berebutan mencoba buah pohon ajaib itu.
“Ini adalah buah
terlezat yang pernah kami makan!”ujar para kurcaci.
“Terima
kasih,Pipi!kau telah menyelamatkan kami,”kata Raja kurcaci.
“Maafkan kami.Kami
selalu mengejekmu,”kata Bibebo.Pipi menganguk senang.”Aku telah memaafkan
kalian sebelum kalian memintanya”.
Semua kurcaci
bersorak gembira.Mereka mendapat buah segar dan lezat.Tentu saja Pipi yang paling gembira diantara
mereka.Kini,tak ada lagi yang mengejeknya dan memanggilnya kurcaci aneh
bertubuh tinggi.
jangan lupa sumber dan tinggalkan comment dan follow thanks
Tidak ada komentar:
Posting Komentar