Rabu, 02 Oktober 2013

Cerpen : Kurcaci Pipi

KURCACI PIPI

      Pipi  adalah anak kurcaci bertubuh tinggi.badannya tinggi sekali.banyak teman-teman kurcaci yang mengejek dirinya tak pantas menjadi kurcaci.
     “Kau tidak bisa bermain petak umpet bersama kami,karena badanmu sanggat tinggi,”kata bibebo.
     “Pipi seperti jerapah!”ejek salah satu kurcaci.
     “Kau adalah kurcaci teraneh di dunia kurcaci.kurcaci pada umumnya bertubuh pendek,berkaki pendek,juga bertangan pendek.
     “Tak ada kurcaci yang bertubuh tinggi sepertimu,Pipi,”ujar cinori.
     “Tak ada pula seorang kurcaci berkaki panjang sepertimu,”ejek Pipot.
      Pipi sangat sedih.dia memang berbeda dengan teman-teman kurcacinya.tak ada yang mau bermain denganya.semua rakyat di Negeri kurcaci selalu mengolok-oloknya.Pipi sedih karena kurcaci lainya menjuluki dirinya jerapah atau sebatang galah.
      Karena selalu diejek,Pipi selalu menyendiri.Ia sering duduk di tepi sungai besar sambil mengeluhkan keadaan tubuhnya yang sangat tinggi.
      “Ayolah kaki panjang,bisakah kau menjadi pendek?”keluh Pipi sambil memperhatikan bayangan badanya di sungai.
      “Aku tak suka tubuhku!Aku adalah kurcaci!Tak ada kurcaci yang bertubuh tinggi!”teriak Pipi jengkel sambil melemparkan batu ke dalam sungai.Cipratan air mengenai wajahnya.Pipi menagis.
      Musim kemarau tiba.Negeri kurcaci mengalami kekeringan.semua mata air menjadi surut.pohon cherry  dan pohon blueberry  meranggas.
    Persediaan makanan di Negeri kurcaci menipis.Para kurcaci mulai kelaparan dan kehausan.Mereka selau berharap pohon cherry dan pohon blueberry  segera berbuah.Anehnya,hanya ada satu pohon yang berbuah.
     Buah di pohon itu berwarna kuning keemasan,bentuknya bulat seperti jeruk.Pohon itu terletak di dekat istana raja.Raja kurcaci memerintahkan semua rakyatnya untuk memetik buah dipohon ajaib itu.Tetapi,tak ada satupun yang berhasil mengambil buah tersebut.
     Pohon ajaib itu sangat tinggi.batangnya sangat besar.buahnya hanya tumbuh di dahan-dahan yang paling tinggi.Para kurcaci tak bisa memetiknya,walaupun mereka sudah memakai tangga.
    “Pohon itu sanagt tinggi sekali!”keluh pak Doti,kurcaci penjual roti di Negeri kurcaci.
    “Aku tak sanggup mengambilnya keluh Bibebo.
    “Kalau seperti ini,kita akan kelaparan.Tak ada lagi buah yang bisa kita makan,”Keluh Timoti pada raja Kurcaci.
    “Tak adakah orang yang bisa memetik buah ajaib itu?”Tanya raja kurcaci.
    Semua rakyat kurcaci terdiam .Mereka berpikir,siapakah yang bisa mengambil buah ajaib  tersebut.
    Tiba-tiba,Cinori berteriak.”Aha!”aku tahu!Dia  pasti  bisa mengambilnya!”
    Tak berapa lam kemudian,Pipi datang dengan wajah bingung.seluruh temanya dan juga rakyat kurcaci yang selalu mengejeknya,memandanginya penuh harap.
    “Kami butuh bantuanmu,Pipi!” mohon Raja kurcaci.Dia pun segera mendekati pohon ajaib yang berbuah lebat.
    “Kres!”
    “Kres!”
    Dengan mudah,tangan Pipi menggapai buah ajaib tersebut.Badanya yang tinggi memudahkan dirinya mengambil buah-buah tersebut.Puluhan keranjang telah penuh terisi buah pohon ajaib.Para kurcaci berebutan mencoba buah pohon ajaib itu.
    “Ini adalah buah terlezat yang pernah kami makan!”ujar para kurcaci.
    “Terima kasih,Pipi!kau telah menyelamatkan kami,”kata Raja kurcaci.
    “Maafkan kami.Kami selalu mengejekmu,”kata Bibebo.Pipi menganguk senang.”Aku telah memaafkan kalian sebelum kalian memintanya”.
   Semua kurcaci bersorak gembira.Mereka mendapat buah segar dan lezat.Tentu saja  Pipi yang paling gembira diantara mereka.Kini,tak ada lagi yang mengejeknya dan memanggilnya kurcaci aneh bertubuh tinggi.             










 jangan lupa sumber dan tinggalkan comment dan follow thanks










Tidak ada komentar:

Posting Komentar