A. MANFAAT BIOLOGI DI BIDANG PERTANIAN
JUDUL ARTIKEL : TEKNIS PERBENIHAN KACANG PANJANG
SUMBER :
bbppketindan.bppsdmp.deptan.go.id
OLEH : Ir. Agus Sukmadjaja,M.MA
Kacang panjang (
Vigna Sinensis L ) merupakan jenis tanaman sayur yang populer di kalangan
masyarakat. Selain rasanya enak, sayuran ini juga mengandung zat gizi
bervariasi dan sangat baik untuk kesehatan selain itu tanaman ini juga dapat
menyuburkan tanah sehingga dapat dikatakan bersifat “dwi fungsi”.
Dengan
memperhatikan luas tanam kacang panjang yang terus meningkat dan konsumsi
kacang panjang oleh masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat petani
khususnya cukup tinggi, maka hal ini akan membuka peluang yang cukup besar dalam
industri perbenihan kacang panjang. Peluang agribisnis benih kacang panjang
sangat cerah dan akan mencapai sukses apabila menguasai teknologinya. sampai
saat ini kebutuhan benih kacang panjang yang digunakan petani berasal dari
benih yang asal-asalan atau produksi dari produsen swasta, yang harganya dirasa
petani cukup mahal.
Pendapat
saya :
Dari
artikel tersebut, dapat kita simpulkan bahwa kacang panjang memiliki banyak
manfaat bagi kita maupun alam karena selain manusia bisa memperoleh manfaat
langsung dari tanaman kacang panjang berupa nilai gizi maupun keuntungan
financial apabila kacang panjang tersebut dijadikan objek usaha juga alam bisa
memperoleh keuntungan berupa tanah yang semakin subur, dalam hal ini kemajuan
ilmu biologi sangat membantu dalam usaha membudidayakan tanaman kacang panjang
ini dengan lebih baik lagi, hal ini bisa dimulai dengan mengembangkan
pengolahan benih kacang panjang yang benar agar hasil yang diperoleh dapat
lebih baik secara kualiatas maupun kuantitasnya, untuk itu peran pemerintah
khususnya dinas pertanian sangat dibutuhkan dalam mensosialisasikan cara
pengolahan benih kacang panjang yang benar kepada para petani atau pemerintah
sendiri yang memproduksi benih kacang panjang berkualitas baik agar para petani
dapat memperoleh benih kacang panjang yang baik dengan harga yang relative
murah. Sehingga masalah gagal panen atau kurangnya hasil panen dapat diatasi.
B.
MANFAAT BIOLOGI DI BIDANG PETERNAKAN
JUDUL
ARTIKEL : BETERNAK SAPI TANPA RUMPUT
SUMBER : wah1d.wordpress.com
OLEH :DRH.M. Wahiduddin blog’s
Memadukan antara tanaman dan ternak
menjadi model pertanian. Konsep terpadu tadi
banyak menggunakan jenis komoditinya, tapi yang cukup populer, belakangan
adalah perpaduan kebun kelapa sawit dengan peternakan. Pada era ini ternak sapi
tanpa rumput sebenarnya system beternak demikian bukan tidak menggunakan
hijauan rumput tapi dalam jumlah minimal, rumput bukan lagi merupakan pakan
utama. Mengapa begitu? Umumnya perkebunan sawit ketersediaan hijauannya ini
tidak begitu banyak alat transportasi. Limbah-limbah perkebunan pengolahan
sawit dan ternyata, dari hasil pengalaman yang dikembangkan oleh Dr. Ir. I
Wayan Mathius, M.Si.APU, peneliti dibalai peneliti ternak Bogor pakan limbah
kelapa sawit ini cukup bagus menunjang peningkatan badan sapi.
Wayan bahkan menyebut dengan menggunakan
cara ini “ ketergantungan terhadap hijauan dapat diatasi, kita malahan dapat beternak
sapi tanpa rumput. Bahan-bahan yang dapat digunakan, katanya mulai dari pelepah
kelapa sawit, sebagai salah satu bahan pakan hijauan alternative (sumber
serat), hasil ikutan pengolahan buah sawit, seperti lumpur sawit, serat
perasan, buah inti dan tandan kosong. Sebagai limbah industry kelapa sawit,
kualitas nutrient bahan tersebut cukup rendah dan oleh karena itu dalam
pemanfaatannya perlu mendapatkan perhatian khusus, untuk dapat dimanfaatkan
dengan optimal dibutuhkan sentuhan teknologi atau diolah sebelum dapat
digunakan sebagai bahan pakan. Perpaduan ternak sawit yang paling berhasil
dapat dilihat di agricinal di Bengkulu untuk setiap pohon dapat menghasilkan
dua pelepah pertahun dengan rataan bobot pelepah perbatang mencapai 7 kg. jumlah
ini setara dengan 20.000kg ( 22 pelepah x 130 pohon x 7kg ) pelepah segar
dihasilkan untuk Ha dalam setahun. Jumlah ini diperoleh dengan asumsi bahwa
semua bagian pelepah dapat dimanfaatkan. Dengan perhitungan itu, bisa
dibayangkan, jika diasumsikan bahwa luasan perkebunan kelapa sawit yang telah
berproduksi dan terdapat di Indonesia adalah 2.014.000 Ha(tahun 2000), maka
jumlah bahan kering pelepah yang tersedia untuk dimanfaatkan adalah sejumlah
10.500.996 ton.
Pendapat
Saya :
Dari
artikel tersebut jelas sekali bahwa perkembangan ilmu biologi telah banyak
membantu manusia dalam mencari solusi dari suatu permasalahan yang dihadapi
dengan cara yang ringkas, cepat, murah dan tepat sebagai bentuk dari inovasi
pemikiran sebelumnya. Hal ini terlihat dari permasalahan yang ada pada artikel
tersebut bahwa untuk memelihara sapi di areal perkebunan kelapa sawit sangat
sulit untuk mendapatkan rumput dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan pakan
sapi-sapi tersebut. Melalui pengetahuan tentang ilmu biologi inilah yang
mendorong kita untuk mendapatkan solusi dengan memanfaatkan situasi dan kondisi
yang ada sampai akhirnya manusia mampu mengganti kebutuhan pakan sapi akan
rumput-rumput segar dengan mengolah limbah kelapa sawit yang ada.
C. MANFAAT BIOLOGI DI BIDANG KEDOKTERAN
JUDUL ARTIKEL : BAYI TABUNG
SUMBER :
Ayahbunda.co.id
OLEH :
Secara
sederhana bayi tabung adalah proses pembuahan sel telur dan sperma di luar
tubuh ibu, istilahnya invitro fertilization ( invitro
dalam bahasa latin artinya dalam gelas atau tabung, fertilization artinya
pembuahan ) dalam proses bayi tabung, sel telur matang diambil dari indung
telur ibu, dibuahi dengan sperma di dalam medium cairan. Setelah berhasil,
embrio kecil yang terjadi dimasukkan ke rahim dengan harapan berkembang menjadi
bayi.
Berikut
10 tahapan dalam proses pembuatan bayi tabung:
1.
Seleksi pasien apakah anda dan suami anda layak
mengikuti program bayi tabung.bila layak, baru bisa masuk dan mengikuti program
bayi tabung.
2.
Stimulasi atau merangsang indung telur untuk
memastikan banyaknya sel telur. Secara alami, sel telur hanya satu namun untuk
bayi tabung perlu lebih dari satu sel telur untuk memperoleh embrio.
3.
Pemantauan pertumbuhan folikel ( cairan berisi
sel telur atau indung telur ) melalui ultrasonografi. Tujuannya, melihat apakah
sel telur sudah cukup matang untuk dipanen.
4.
Mematangkan sel telur dengan cara menyuntikkan
obat agar siap dipanen.
5.
Pengambilan sel telur, kemudian diproses
dilaboratorium
6.
Pengambilan sperma suami (pada hari yang sama).
Jika tidak ada masalah, pengambilan dilakukan lewat masturbasi. Jika bersamalah
, pengambilan sperma langsung dari buah zakar melalui operasi
7.
Pembuahan atau fertilisasi di dalam media kultur
di laboratorium. Hasilnya embrio.
8.
Transfer embrio kembali ke dalam rahim agar
terjadi kehamilan , setelah embrio terbentuk.
9.
Penunjang fase luteal untuk mempertahankan
dinding rahim. Dokter memberi obat untuk mempertahankan dinding rahim ibu agar
terjadi kehamilan.
10.
Terakhir, proses simpan beku embrio. Jika ada
embrio lebih bisa disimpan untuk kehamilan selanjutnya
Pendapat
saya :
Dari
artikel tersebut, kita bisa lihat terobosan baru di dunia kedokteran akan
sebuah solusi yang diberikan kepada para pasangaan – pasangan yang kesulitan
untuk mendapatkan keturunan, sekarang sudah dapat bernafas lega karena dengan
kemajuan ilmu biologi sekarang ini, solusi akan masalah mereka sudah dapat
diatasi walaupun hal ini masih menimbulkan pro dan kontra jika dilihat dari
segi agama namun setidaknya ini bisa menjadi bukti akan perkembangan ilmu yang
semakin maju terutama ilmu biologi itu sendiri
D. MANFAAT BIOLOGI DI BIDANG INDUSTRI
JUDUL ARTIKEL : MIKROBIOLOGI PANGAN PROSES PEMBUATAN TAUCO
SUMBER :
saroha 2012.blogspot.com
OLEH :
Maliyati, Aci, Rahayu & widowati
Tauco adalah
suatu makanan tradisional Indonesia yang memiliki cita rasa yang khas dan telah
umum digunakan sebagai bumbu penyedap dalam berbagai hidangan sehari-hari.
Tauco diperoleh dari hasil fermentasi kedelai dengan kapang dan dengan larutan
garam. Fermentasi merupakan cara untuk memproduksi berbagai produk yang
menggunakan perkembang biakan mikroba melalui aktivitas metabolism baik secara
aero maupun anaero,fermentasi dapat terjadi karena aktivitas mikroba pada
substrat organic yang sesuai, terjadinya fermentasi dapat menyebabkkan
perubahan sifat bahan pangan akibat pemecahan kandungan bahan pangan tersebut,
sehingga memungkinkan makanan lebih bergizi, lebih mudah dicerna, lebih aman
dan memberikan rasa yang lebih baik dan memberikan tekstur tertentu pada produk
pangan. Fermentasi juga merupakan suatu cara efektiv dengan biaya rendah untuk
mengawetkan, menjaga kualitas dan keamanan makanan..
Pendapat
Saya :
Dari
artikel tersebut, kita bisa mengambil sebuah pembelajaran khususnya di bidang
industry bahwa kita bisa mendapatkan keuntungan yang besar dengan menjual
sebuah produk hasil olahan, dengan ilmu biologi yang kita sudah pelajari kita
bisa mengolah bahan pangan yang mudah busuk dan rusak menjadi bahan makanan
yang tahan lama dan bermutu tinggi baik secara gizi maupun keamanan dan
kebersihan dari produk makanan itu sendiri.karena kualitas dari suatu bahan
makanan bukan hanya dilihat dari penampilan fisiknya saja namun juga dilihat
dari proses pengolahan dan penyimpanan serta bahan – bahan penyusunnya.
E. MANFAAT BIOLOGI DI BIDANG PERIKANAN
JUDUL ARTIKEL : BUDIDAYA UDANG
SUMBER :
OLEH :
Membudidayakan
udang bukan hal yang mudah karena membutuhkan penanganan yang cukup serius,
terlebih udang merupakan hewan laut yang sulit bertelur namun karena udang
merupakan komoditi ekspor yang menjanjikan dipasar internasional maka banyak
petani-petani udang yang berlomba-lomba membudidayakannya melalui metode
tambak, namun hal ini ternyata tidak sepenuhnya berhasil karena banyak
petani-petani udang yang otodidak tidak membekali dirinya dengan ilmu
pengetahuan yang cukup sehingga banyak dari para petani tersebut yang justru
mengalami kerugian.penyebab utama kegagalannya adalah menurunnya kualitas air
sebagian besar areal tambak dikelola dengan teknologi sederhana secara turun
menurun yang sudah tidak sesuai, padat penebaran tidak sesuai dengan kemampuan
daya dukung tambak dan munculnya persoalan lingkungan budidaya serta tidak
berfungsinya peranan kelompok- kelompok tani tambak dalam memanajemen system budidaya
udang yang benar dan berkelanjutan.
Pendapat
saya :
Dari
artikel tersebut, bisa kita ketahui bahwa kemajuan ilmu biologi sudah dapat
memprediksi kegagalan suatu usaha budidaya udang yang selama ini mungkin kurang
diperhatikan oleh para petani udang itu sendiri terutama bagi mereka yang
melakukan budidaya tanpa dibekali dengan ilmu pengetahuan yang cukup sehingga
hal ini sangat membantu dalam mengawali usaha budidaya udang dengan metode yang
benar dan tepat dan meminimalis kegagalan panen dengan lebih memperhatikan
kualitas air dan sebagainya.
F. MANFAAT BIOLOGI DI BIDANG SOSIAL
JUDUL ARTIKEL : OTOPSI MAYAT
SUMBER :
OLEH :
Belakangan ini,
kita banyak dikejutkan dengan maraknya kasus pembunuhan yang dilakukan oleh
orang-orang terdekat, baik itu disebabkan oleh masalah percintaan, selingkuh
maupun pelecehan sexual, tak jarang mayat yang ditemukan sudah dalam keadaan
yang rusak sehingga menyulitkan pihak kepolisian dalam mengungkapkan penyebab
kematian korban berikut dengan pelaku pembunuhan tersebut. mereka yang
seharusnya dapat mempertanggung jawabkan perbuatannya didepan hukum justru
malah bebas dari jerat hukum karena kurangnya bukti dan saksi namun seiring
dengan berkembangnya ilmu pengetahuan sekarang ini hal itu sudah dapat
disiasati yaitu dengan jalan otopsi.
Otopsi adalah
pemeriksaan tubuh mayat yang meliputi pemeriksaan bagian luar maupun bagian
dalam dengan tujuan menemukan proses penyakit dan atau adanya cidera, melakukan
interpretasi atau penemuan-penemuan tersebut, menerangkan penyebab kematian
serta mencari hubungan sebab akibat antara kelainan-kelainan yang ditemukan
dengan penyebab kematian.
Pendapat
saya :
Dengan
ditemukannya metode otopsi pada mayat ini, sudah dapat meminimalis bebasnya
seseorang dari jerat hukum Karena kita bisa mengetahui dengan detail penyebab
kematiaan seseorang apakah memang wajar atau ada unsur-unsur lainnya. tentunya
perkembangan ilmu biologi di bidang sosial ini sangat membantu sekali bagi
penegakkan hukum yang ada
Tidak ada komentar:
Posting Komentar